BERITA


Aliansi Masyarakat Sape Peduli Ulama Gelar Aksi Damai, Berakhir dengan Permohonan Maaf dan Kesepakatan Damai

SMAN 1 Sape, 03/08/2026– Aliansi Masyarakat Sape Peduli Ulama menggelar aksi damai sebagai bentuk kepedulian terhadap kehormatan para ulama dan ustadz di Kecamatan Sape. Aksi tersebut merupakan respons atas unggahan di media sosial yang dinilai mengandung kata-kata mencaci maki dan menghujat ulama/ustadz Kecamatan Sape oleh akun yang mengatasnamakan Mery Beby Aleaka Midwifery, Roro Maharani, dan Salimah Herman.

Aksi yang berlangsung tertib, aman, dan kondusif ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda yang menginginkan penyelesaian persoalan melalui jalur musyawarah serta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan.

Sebelum proses mediasi dilakukan, peserta aksi menggelar konvoi damai yang dimulai dari Masjid Raya Sape. Rombongan kemudian bergerak menuju Desa Nae, Desa Rai Oi, Desa Parangina, Desa Sangia, Desa Rasabou, Desa Naru, Desa Naru Barat hingga berakhir di Mapolsek Sape. Sepanjang perjalanan, peserta aksi tetap menjaga ketertiban, mematuhi arahan aparat keamanan, serta menyampaikan aspirasi secara damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Aspirasi yang disampaikan masyarakat mendapat respons dari pemerintah kecamatan bersama unsur keamanan dan tokoh agama melalui proses mediasi serta pembinaan terhadap ketiga pemilik akun. Dalam kesempatan tersebut, Mery Beby Aleaka Midwifery, Roro Maharani, dan Salimah Herman secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para ulama, ustadz, dan seluruh masyarakat Kecamatan Sape atas unggahan yang telah menimbulkan keresahan dan melukai perasaan banyak pihak. Mereka juga menyatakan penyesalan serta berkomitmen untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial di masa mendatang.

Proses pembinaan dilakukan secara langsung oleh Camat Sape, Kapolsek Sape, Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I selaku perwakilan MUI Kabupaten Bima, Ustadz Jauhar, S.Ag selaku Ketua Umum Lembaga Dakwah Nurul Siraj, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Sape. Dalam pembinaan tersebut ditekankan pentingnya menjaga adab dalam bermedia sosial, menghormati ulama sebagai pewaris para nabi, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah.

Dalam arahannya, Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I menegaskan bahwa dengan telah disampaikannya permohonan maaf secara terbuka oleh ketiga pemilik akun, maka persoalan tersebut diharapkan dianggap selesai. Beliau mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pengguna media sosial Facebook, agar tidak lagi membalas dengan menghina, mencaci, maupun menghujat ketiga pemilik akun tersebut. Menurutnya, saling menyerang di media sosial hanya akan memperpanjang konflik dan berpotensi memicu kejadian yang tidak diinginkan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, saling memaafkan, serta bersama-sama menjaga persatuan, ukhuwah, dan kondusivitas di Kecamatan Sape.

Sementara itu, para tokoh yang hadir mengapresiasi sikap kooperatif ketiga pemilik akun yang bersedia mengakui kesalahan, meminta maaf, dan menerima pembinaan. Mereka berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang digital, menjunjung tinggi etika bermedia sosial, serta tidak mudah menyebarkan ujaran yang dapat memecah belah persatuan.

Dengan tercapainya kesepakatan damai, Aliansi Masyarakat Sape Peduli Ulama menyatakan bahwa tujuan aksi telah tercapai. Seluruh pihak sepakat untuk mengakhiri persoalan secara kekeluargaan dan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kehormatan ulama, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di tengah masyarakat Kecamatan Sape.