USBKP SMAN 1 Sape Resmi Berakhir, Ditutup dengan Perpisahan Haru Guru Purna Bhakti
SMAN 1 Sape, 13 April 2026 - Pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Kertas dan Pensil (USBKP) di SMAN 1 Sape yang dimulai pada Senin, 6 April 2026, resmi berakhir pada hari Senin (13/4/2026). Seluruh rangkaian ujian berlangsung dengan tertib dan lancar hingga hari terakhir pelaksanaan.
Usai berakhirnya USBKP, kegiatan di SMAN 1 Sape dilanjutkan dengan acara perpisahan guru purna bhakti yang dilaksanakan pada pukul 10.30 WITA bertempat di ruang guru. Acara tersebut menjadi momen penuh haru bagi seluruh keluarga besar sekolah.
Adapun guru yang memasuki masa purna bhakti yaitu Hj. Mahani, S.Pd, Nurma, S.Sos., M.Pd, dan Dra. Hadijah. Ketiganya merupakan sosok pendidik yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan sekolah.
Acara ini turut dihadiri oleh Korwas Pendidikan Kota dan Kabupaten Bima, Komite Sekolah, pengawas pendidikan SMAN 1 Sape, bapak dan ibu guru, serta perwakilan siswa yang ikut memberikan penghormatan.
Rangkaian kegiatan perpisahan dilaksanakan sesuai susunan acara, dimulai dengan pembukaan oleh MC Nurbaiti, S.S., dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Arifin, S.Pd.I. Suasana semakin khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Nining Apriyanti, S.Pd.
Selanjutnya, H. Irham, S. Pd. Kn., M. Pd Kepala SMAN 1 Sape menyampaikan sambutan yang sarat makna. Dalam pidatonya, beliau mengungkapkan rasa haru sekaligus penghargaan yang tinggi kepada para guru purna bhakti.
“Hari ini adalah momen yang penuh rasa haru. Kita berkumpul bukan hanya untuk melepas, tetapi juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada ibu-ibu guru yang telah mengabdikan diri dengan sepenuh hati selama puluhan tahun di dunia pendidikan. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa selama masa pengabdian, para guru telah meninggalkan banyak jasa dan kenangan yang tak terlupakan.
“Dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan beliau dalam mendidik telah memberikan dampak besar bagi kemajuan sekolah dan masa depan para siswa. Baik bapak guru, ibu guru maupun siswa-siswi merasa kehilangan dan meninggalkan bekas kesedihan atas purna tugas sosok guru teladan yang menjadi panutan. Canda tawa mereka, kedisiplinan mereka, serta kebersamaan selama berada di lingkungan SMAN 1 Sape tak akan pernah dilupakan,” lanjutnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari guru purna bhakti, yakni Hj. Siti Mahani, S.Pd, Nurma, S.Sos., M.Pd, dan Dra. Hadijah, serta kesan dan pesan dari perwakilan siswa yang berlangsung penuh haru.
Sebagai bentuk apresiasi, dilakukan penyerahan cinderamata kepada para guru purna bhakti, dilanjutkan dengan doa bersama dan penutup.
Di akhir sambutannya, Kepala SMAN 1 Sape menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam.
“Atas nama seluruh keluarga besar sekolah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua pengabdian, tenaga, dan pikiran yang telah diberikan. Semoga masa purna tugas ini menjadi awal dari babak baru yang penuh kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan,” tutupnya.
Dengan berakhirnya USBKP dan digelarnya acara perpisahan ini, SMAN 1 Sape tidak hanya menuntaskan agenda akademik, tetapi juga mengabadikan momen penuh makna dalam melepas guru-guru terbaik yang telah menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
-100x100.png)





